who am i?

Rabu, 04 Desember 2019

how to deal with my broken pieces?

sakit hati, bagaimana kita bisa bangkit dari perasaan sakit hati? mungkin kita sudah memaafkan orang yang sudah menyakiti hati kita. tapi bagaimana dengan perasaan trauma yang tertinggal? how to deal with it?

bagaimana seseorang bisa tega memberikan trauma yang begitu besar pada orang lain. like hell! do you have heart? kamu ga pernah pikirkan betapa rasa sakit itu menyiksa orang itu? kamu ga mikir dia bakal trauma? well, such a selfish.

tapi balik lagi guys, what doesn't kill you make you stronger.

tapi titik stronger ga bisa didapat dengan instan dong. orang yang disakiti harus melewati masa-masa sulit penuh dengan negativity. ia harus melewati masa penyembuhan yang butuh waktu tidak singkat. dan setelah melewati masa-masa itu bukan berarti dia akan sembuh sepenuhnya. terkadang ingatan tentang rasa sakit itu kembali pada saat-saat tak terduga.

lets say. seperti kamu punya bagian yang rusak dan itu akan menghambatmu di waktu-waktu tertentu. apakah bagian yang rusak itu bisa dibuang? i wish we could but no. it already became part of us. so what we can do about it?

Actually i also don't know yet.

mungkin yang bisa kita lakukan adalah jujur pada diri sendiri. saat rasa sakit itu kembali, akui aja bahwa kamu memang lagi sakit hati. mungkin bisa lampiaskan dalam bentuk tulisan atau cerita ke teman terdekatmu. jangan dipendam dalam diam because it can kill you. i'm serious

dan juga buat orang-orang yang sakit ati dan trauma terus semangat. jangan pernah balas dendam karna kamu tau gimana ga enaknya punya trauma.

bukanlah kesabaran kalau masih ada batasnya.
bukanlah keikhlasan kalau masih merasakan sakitnya.

:) i love you


Rabu, 21 Agustus 2019

wednesday farewell


photo of me and my best friends, my brothers
nb: the photo is not relevant with the content

hai pembaca blogku yang antara  ada dan tiada, ya gua tau sih blog ini viewernya yang punya blognya sendiri haha

kali ini konten blog aku isinya bukan hal-hal puitis kayak sebelumnya, tapi tentang suatu pandangan yang aku dapat hari ini.

tadi pas lagi brain storming mumetin kepala ngerjakan analisis data buat lomba, aku ngescroll timeline di aplikasi chat aku, terus ketemu sebuah quotes yang keren gitu. ini quotesnya

sebenarnya kamu tidak pernah kehilangan sesuatu, itu hanya berganti menjadi sesuatu yang lebih baik
~fiersa besari

terkadang di hidup ini saat kita mencapai kegagalan, kita selalu melihat kegagalan itu hanya dalam satu arah. terkadang kita tidak menyadari bahwa kegagalan itu malah adalah jalan pembuka untuk sesuatu yang lebih baik.

misalnya saat tadi ketika aku sedang lelah-lelahnya berusaha dengan giat untuk bisa memenangkan lomba. namun, jika hasilnya adalah kegagalan apakah artinya aku telah membuang-buang waktuku? membuang-buang uang biaya pendaftaran yang jumlahnya cukup besar? apa artinya aku salah memngambil keputusan dalam bisnis kehidupan ini?

orang-orang berbicara tentang opportunity cost, itu adalah biaya atau kerugian yang harus kamu keluarkan atau relakan ketika kamu tidak memilih pilihan tersebut melainkan memilih pilihan lainnya. jadi aku sempat berpikir ditengah-tengah kesibukan mengerjakan soal. apa aku telah memilih perdagangan yang salah kali ini? meskipun perlahan-lahan peringkat itu meningkat, namun masih belum cukup kuat untuk sampai di puncak. jadi bagaimana menurut kalian? jika aku gagal kali ini apa aku telah memilih perdagangan yang salah?

well, setelah menemukan quotes itu pikiranku cukup terbuka dengan banyak kemungkinan atau kesempatan lain yang mungkin datang padaku setelah kegagalan yang masih belum pasti ini. jika aku gagal sebenarnya itu tak sepenuhnya kegagalan mengingat koneksi yang sudah aku dapat dari saat aku memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini. ataupun ilmu yang aku dapat selama aku berusaha mengerjakan soal-soal dari lomba ini.

yah mungkin bahkan dalam sudut pandang bisnis aku melakukan pilihan yang tepat tergantung bagaimana aku menyikapi dan memanfaatkan hal-hal yang telah kudapat ini.

begitu pula dengan kebaikan yang kita lakukan. terkadang pertanyaan besar apa ini pilihan yang tepat akan muncul setelah kita melakukan kebaikan kepada seseorang atau sekelompok orang yang mungkin pernah melakukan hal yang buruk kepada kita, ataupun orang-orang yang tidak peduli kepada kita. apa aku hanya membuang-buang waktu melakukan hal tersebut. apalagi jika akhirnya kebaikan yang kamu lakukan tidak disambut baik oleh orang tersebut. apakah kamu telah melakukan perdagangan yang salah dengan melakukan hal baik tersebut?

well sekali lagi "sebenarnya kamu tidak pernah kehilangan sesuatu, itu hanya berganti menjadi sesuatu yang lebih baik". mungkin kamu sekarang belum tau tenaga yang kamu keluarkan untuk melakukan hal baik itu akan berganti dengan apa, tapi cepat atau lambat kamu akan merasakannya.

mungkin banyak yang pertama kali baca quote yang diatas ga akan berpikir kearah hal-hal yang aku ceritakan diatas, mungkin kalian akan berpikir ke arah kehilangan barang atau kehilangan pasangan. menurutku sebelum kita benar-benar kehilangan barang yang berharga atau orang yang berharga kita harus berlatih mengubah cara pendang kita tentang kehilangan dari hal-hal kecil dalam hidup kita.

just wanna share something, today i'm being very friendly to the one who don't fucking care about me , and yeah as predicted, that 'someone' just ignore me like who are you? even though we used to be a really good friend, but just because we rarely meet that someone just throw me away like that . when you just trying to be good but it just make you hurt. is being good is the wrong choice? absolutely no :)

have a good day



Senin, 12 Agustus 2019

the rainguitarist man

149 DAYS AGO BY THIS TIME

Di kursi yang sama kita bertemu kembali
Petikan gitarmu ciptakan harmoni biru
Seperti mentari yang dalam diam menghilang dari langit
Dikepergiannya meninggalkan senja yang membuat rindu
Kau setenang awan yang diam diam membawa hujan

Hujan dan melodimu
Sepasang kelembutan yang memaku
Tak ingin mengusik tak ingin pergi
Serapuh embun di dedaunan pagi